Trump Batasi Biden Akses Pesan dari Luar Negeri dan Info Intelijen

  • Whatsapp

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menutup pintu akses informasi intelijen harian kepresidenan. Presiden terpilih Joe Biden pun tak bisa mengakses informasi penting ini.
Senator Oklahoma, James Lankford, dari Partai Republik menyatakan dirinya akan melakukan intervensi jika pemerintahan Trump, tidak juga mengizinkan Biden, mengakses informasi itu.

Seperti dilansir CNN, Kamis (12/11/2020), informasi intelijen harian kepresidenan merupakan salah satu dari hak pertama seorang Presiden terpilih AS usai memenangkan pilpres. Diketahui bahwa hingga kini, Biden belum juga mendapatkan pengarahan intelijen harian dari pemerintahan Trump.

Lankford dalam pernyataannya menegaskan jika Biden belum juga bisa mengakses informasi intelijen hingga akhir pekan ini, maka dirinya akan turun tangan.

Tidak ada ruginya dia mendapatkan pengarahan dan mampu melakukan itu,” tutur Lankford kepada radio setempat, KRMG, menegaskan bahwa dirinya anggota Komisi Pengawasan Senat AS dan siap untuk turun tangan dalam persoalan ini.

Lebih lanjut, Lankford menyatakan jika tidak ada kemajuan hingga Jumat (13/11) waktu setempat, dirinya akan melakukan intervensi. “Ini perlu terjadi agar terlepas apapun hasil pilpres, ke manapun arahnya, orang-orang bisa siap untuk tugas sebenarnya,” ucapnya.

Pernyataan Lankford ini disampaikan saat Biden dan para penasihat seniornya belum juga menerima President’s Daily Brief atau pengarahan intelijen sangat rahasia soal isu keamanan nasional yang ditawarkan oleh pendahulunya secara harian.

Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI) pada Senin (9/11) waktu setempat menyatakan bahwa kurangnya akses untuk Biden dipicu oleh hasil pilpres yang belum dipastikan oleh Administrasi Layanan Umum (GSA) — indikasi yang jelas bahwa tim transisi Biden tidak mendapatkan pengarahan yang sama seperti yang biasanya didapatkan oleh seorang presiden terpilih.

Bagaimana aturannya terkait hal ini?

Tidak jelas apakah hasil pilpres perlu dipastikan sebelum seorang presiden terpilih bisa menerima pengarahan intelijen secara resmi. Biden sebelumnya menyatakan bahwa pengarahan harian ‘akan berguna, tapi tidak terlalu diperlukan’.

Lankford juga menyinggung soal transisi kekuasaan yang singkat tahun 2000, yang menurut laporan bipartisan 9/11, berkontribusi pada kurangnya kesiapan keamanan saat serangan teror 11 September 2001 atau serangan 9/11 terjadi.

Tidak ada yang salah dengan Wakil Presiden Biden mendapatkan pengarahan untuk bisa mempersiapkan dirinya dan agar dia bisa bersiap — Presiden sudah mendapatkan itu,” cetus Lankford, sembari menambahkan bahwa Wakil Presiden terpilih, Kamala Harris, yang sebelumnya menjabat Senator California juga memiliki izin untuk menerima pengarahan karena dia anggota Komisi Intelijen Senat AS.

Secara terpisah, Senator Partai Demokrat, Mark Warner, yang juga anggota Komisi Intelijen Senat AS menyerukan agar Biden segera diberi akses pada pengarahan intelijen harian.

Seperti yang telah dilakukan dalam setiap transisi lainnya, Presiden harus memerintahkan agar Biden dan timnya bisa menerima PDB (President’s Daily Brief), seperti yang telah dilakukan sebelumnya, bahkan saat pemilu tahun 2000,” ujar Warner.

Sangat tidak bertanggung jawab untuk menahan hal semacam ini pada masa-masa yang tidak pasti,” tandasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *