Loyalitas Keluarga di Tengah Isu Sandiaga Masuk Bursa Ketum PPP

  • Whatsapp

 

Sandiaga Uno diisukan masuk bursa memperebutkan kursi ketua umum (ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sandiaga yang akhirnya angkat bicara mengatakan bahwa keluarga besarnya banyak loyalis PPP.

Sandiaga saat ini tidak berstatus politikus PPP, melainkan Gerindra. Tepatnya, Sandiaga menjabat sebagai wakil ketua dewan pembina di parpol pimpinan Prabowo Subianto itu. Hanya, Sandiaga mengaku belum mau fokus soal peluangnya menjadi ketum PPP untuk saat ini.

“Keluarga besar saya sebetulnya juga banyak loyalis-loyalis PPP,” ujar Sandiaga setelah mengunjungi pabrik pengolahan kulit di Garut, Jawa Barat, Kamis (6/11).

Nama Sandiaga masuk di bursa caketum PPP di antara tokoh-tokoh internal, seperti Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa, yang juga akan maju menjadi caketum. Sandiaga mengatakan masih memiliki hubungan keluarga dengan Suharso yang sama-sama berdarah Gorontalo.

“Jadi kebetulan Plt Ketua Umum PPP masih paman saya, Pak Suharso. Saya sampaikan kepada semua, rekan-rekan fokus pada pemulihan ekonomi bangkitnya, dan buka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandiaga.

Sandiaga belum mau berbicara banyak soal PPP. Sandiaga mengaku fokus membantu memulihkan perekonomian yang terpukul karena pandemi virus Corona (COVID-19).

“Namun fokus sekarang kita ini adalah gimana membangkitkan ekonomi di mana kita bisa membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya. Gimana kita pulih dengan ide-ide baru, ide-ide kreatif untuk bergandengan tangan di krisis ini,” sebut Sandiaga.

Mengenai peluang Sandiaga, partai berlambang Kakbah ini menyampaikan syarat kader eksternal apabila ingin mencalonkan diri menjadi ketum. Apa saja?

 

Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan pada dasarnya PPP menerima eksternal–termasuk Sandiaga–untuk masuk ke partai, namun untuk persyaratan ketua umum setidaknya harus menjadi pengurus selama satu periode.

“PPP itu sejak didirikan sifat sebagai partai kader itu melekat. Kami memang welcome dengan orang luar. Tapi memang persyaratan untuk menjadi ketua umum, minimal harus pernah menjadi pengurus DPP PPP selama satu periode,” Arsul di sela pertemuan DPW PPP se Indonesia di Hotel Santika Semarang, Selasa (3/11) malam.

“Agar tahu kultur PPP secara keseluruhan. Karena kalau tidak demikian, misalnya kita ubah total, siapa saja bisa jadi calon ketua umum maka nanti orang yang uangnya banyak, hanya bermodalkan uangnya maka bisa beli suara PPP. Kami tidak mau seperti itu,” imbuh Arsul.

Meski sulit bagi Sandiaga menjadi ketum PPP dalam waktu dekat, namun masih ada peluang besar untuk menduduki posisi lainnya di PPP, misalnya waketum.

“Sulit untuk langsung menjadi ketua umum. Tapi untuk posisi lainnya seperti wakil ketua umum dan merangkap ketua harian itu terbuka karena itu tidak dilarang,” ujar Arsul.

Meski belum mendeklarasikan diri maju, Sandiaga mendapat tanggapan positif dari sejumlah kader PPP. Siapa saja?

 

Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung Barat (KBB) Samsul Ma’arif mengatakan banyak DPC-DPC yang mengharapkan Sandiaga maju untuk menakhodai PPP. Kalau pun nanti, sambung Samsul, Sandiaga Uno yang terpilih menjadi ketua umum hal itu tidak menjadi masalah asalkan diterima oleh muktamirin.

“Saya meyakini ini bukti PPP masih sangat diperhitungkan di kancah politik Nasional. Satu-satunya partai berazas Islam yang tetap survive dan dirindukan bangsa. Banyak DPC yang berharap Sandiaga Uno mau memimpin partai ini,” ujar Samsul saat dihubungi detikcom, Selasa (3/11).

Respons positif juga datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Gorontalo yang tak mempermasalahkan nama Sandiaga masuk bursa caketum PPP. PPP Gorontalo berharap PPP bisa berjaya di waktu depan.

“Saya tidak melihat Sandiaga punya darah Gorontalo atau tidak. Kalau kita bicara partai adalah membangun Indonesia. Oleh karena itu, silakan Pak Sandiaga Uno bisa maju, atau siapa lagi dengan harapan bisa membangun partai berjaya untuk PPP ini,” kata Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingno, Senin (26/10).

Jika memang pasti maju sebagai caketum PPP, Sandiaga akan bersaing dengan Suharso, Majelis Ketua Pertimbangan PPP Muhamad Mardiono, politikus senior PPP Ahmad Muqowam, elite PPP Amir Uskara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan eks Wagub Jatim Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul. Adapun Muktamar ke-XI PPP akan digelar tanggal 18-21 Desember 2020 di Makassar, Sulawesi Selatan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *