Bila Tak Ubah Asas Perjuangan, Masyumi Reborn Dinilai Ciptakan Ketegangan

  • Whatsapp

Partai Masyumi resmi dideklarasikan kembali. Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai bila Masyumi tidak mengubah asas perjuangan maka dapat menciptakan ketegangan ideologi politik.
“Jika tak diubah asas perjuangannya, Masyumi reborn akan menciptakan ketegangan ideologi politik dengan kelompok nasionalis,” ujar Adi saat dihubungi Sabtu (7/11/2020).

“Sebab Masyumi lama punya semangat terlaksananya ajaran dan hukum Islam bagi masyarakat dan negara. Apalagi Masyumi dibubarkan karena sebagian aktivisnya dituding terlibat gerakan separatis PRRI. Karenanya, Masyumi reborn mesti clear ideologinya apa,” kata Adi.Adi mengatakan hal ini dikarenakan Masyumi memiliki semangat ajaran dan hukum Islam bagi masyarakat dan negara. Terlebih menurutnya, Masyumi dibubarkan dengan tudingan keterlibatan gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Adi menilai Masyumi perlu memiliki ciri khas yang berbeda dengan parpol lain bila ingin tetap eksis. Menurutnya, hal ini karena saat ini hampir seluruh parpol telah mendapatkan segmen pemilih.

“Jika ingin eksis tentunya Masyumi reborn mesti punya ‘jenis kelamin berbeda’ dengan parpol lain untuk menarik pasar pemilih. Hampir semua parpol sudah mengunci rapat tiap segmen pemilih. Mulai dari pemilih islam, nasionalis, nasionalis religius, dan lainnya. Tentu ini tak mudah, apalagi tokoh di Masyumi reborn didominasi tampang lama yang mulai tak kedengaran dalam politik,” ujar Adi.

Dengan hadirnya Masyumi, Adi yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menilai menambah daftar panjang lahirnya partai baru belakangan ini.

“Masyumi reborn menambah daftar lahirnya partai baru yang belakangan ini. Tahun 2020 layak dinobatkan sebagai musim semi lahirnya partai baru.

Seperti diketahui, Partai Masyumi dideklarasikan kembali. Deklarasi dipimpin tokoh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Cholil Ridwan.

Tanda tangan deklarasi Partai Masyumi digelar di aula Masjid Furqon, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, hari ini. Acara ini juga digelar via telekonferensi.

“Kami yang bertanda tangan di bawah ini, ketua badan Bapak KH Ahmad Cholil Ridwan,” ujar pemandu acara.

Seusai penandatanganan secara simbolis, Ahmad Cholil memberikan pidato politik dan menyinggung soal kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Ia juga berbicara tentang ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“75 tahun kita merdeka, ada organisasi NU yang anggotanya puluhan juta, ormas Muhammadiyah anggotanya jutaan, sampai-sampai kalau ada apa-apa, yang diundang hanya Muhammadiyah dan NU. Dulu yang diundang juga Dewan Dakwah. Ketahuan Dewan Dakwah bukan ormas. Tapi apa makna dua ormas besar ini, bila sedang berhadapan dengan masalah, Pak Ma’ruf Amin memberikan jasa yang sangat besar pada kemenangan Jokowi. Atas nama ormas NU, jika massa puluhan juta ormas NU mendukung Jokowi menjadikan Jokowi menang mengalahkan Prabowo, capres dari ulama dan umat Islam,” kata Cholil.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *